Jurus Sukses Berkarir Sebagai PNS

Kalau kita menanyakan kepada masyarakat mengenai citra/kesan mengenai PNS, sebagian masih menilai bahwa PNS sama dengan citra birokrasi yakni : kesannya lamban/malas, cara kerjanya bertele-tele, tidak produktif, tidak melayani/tidak ramah, bahkan seringkali dunia PNS identik dengan KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme). Padahal tentu tidak semua PNS berperilaku seperti itu, banyak juga PNS yang rajin, kreatif, penuh dedikasi dan berprstasi.

 

Mengapa hal itu bisa terjadi ?Biasanya jika kita bertanya mengapa citra mengenai PNS masih kurang posistif, jawabannya adalah : karena lemahnya sistem reward & punissment atau insentif & disinsentif, lemahnya sistem rekrutmen, kurangnya jelasnya pola pengembangan karir, lemahnya cappacity buliding, dan ada pula yang menyalahkan rendahnya tingkat kesejahteraan PNS.

Namun jika kita perhatikan jawaban-jawaban tersebut meskipun tidak salah tetapi cenderung menyalahkan orang lain (the enemy is out of there).

Jika melihat kedalam diri sendiri (instropeksi diri), citra atau kinerja PNS sesungguhnya tergantung dari 3 aspek pokok, yaitu :

1.    Kemauan (kadaek)

2.    Pengetahuan (kanyaho)

3.    Kemampuan (kabisa)

Kemauan (kadaek) adalah unsur paling dalam dan paling pokok, karena tanpa adanya kemauan seoarang PNS yang memiliki pengetahuan dan kemampuan juga tidak akan berbuat apa-apa. Tetapi kemauan saja tidak cukup, harus ditunjang oleh pengetahuan yang memadai agar bisa berbuat/bekerja secara benar dan efektif. Disamping memiliki kemauan dan pengetahuan, untuk menjadi PNS yang sukses harus juga memilki kemampuan, yakni keterampilan/kecakapan/keahlian atau kabisa.

Pengetahuan dan kemampuan ditempatkan setelah kemauan karena jika ada kemauan yang kuat, syarat pengetahuan dan kemampuan itu bisa menyusul atau dibentuk sambil berjalan. Jangan sampai karena alasan belum memiliki pengetahuan dan kemampuan seorang PNS akhirnya menjadi stagnan alias tidak melakukan apapun dalam karirnya.